Di Mandastana, pada Ahad, 1 Februari 2026, gema langkah para murid SDIT Nurul Fikri Banjarmasin mengisi arena dengan semangat yang tulus. Dalam Kejuaraan Karate Festival Liga Pelajar, mereka hadir bukan sekadar untuk bertanding, tetapi untuk membuktikan arti kesungguhan dan keberanian sejak usia belia.
Setiap gerak adalah hasil dari kesabaran panjang. Setiap tangkisan menyimpan doa yang terucap dalam diam. Keringat yang jatuh menjadi saksi setia latihan tanpa keluh, sementara adab dan sportivitas tetap terjaga di tengah ketatnya persaingan. Dari proses itulah terangkai 8 medali perak, berkilau tenang sebagai lambang perjuangan yang jujur dan hati yang tidak menyerah.
Prestasi ini mengajarkan bahwa kemenangan tak selalu tentang yang tertinggi, melainkan tentang keberanian melangkah, keteguhan bertahan, dan kerendahan hati menerima hasil. SDIT Nurul Fikri Banjarmasin pun menuliskan kisah yang sarat makna: kisah anak-anak tangguh yang belajar bahwa setiap usaha, bila disertai doa dan adab, selalu bermuara pada kemuliaan.
Setiap gerak adalah hasil dari kesabaran panjang. Setiap tangkisan menyimpan doa yang terucap dalam diam. Keringat yang jatuh menjadi saksi setia latihan tanpa keluh, sementara adab dan sportivitas tetap terjaga di tengah ketatnya persaingan. Dari proses itulah terangkai 8 medali perak, berkilau tenang sebagai lambang perjuangan yang jujur dan hati yang tidak menyerah.
Prestasi ini mengajarkan bahwa kemenangan tak selalu tentang yang tertinggi, melainkan tentang keberanian melangkah, keteguhan bertahan, dan kerendahan hati menerima hasil. SDIT Nurul Fikri Banjarmasin pun menuliskan kisah yang sarat makna: kisah anak-anak tangguh yang belajar bahwa setiap usaha, bila disertai doa dan adab, selalu bermuara pada kemuliaan.